YA! Benar! HARMONICA!
i really wanted this stuff since i was in junior high school. i thought that i should be able to play at least one instrument and i thought harmonica is an easy one. just blow it, that's all! yey~
and the other reason was watching musician playing harmonica was cool.... hahahaha.
and this day, i bought harmonica from Gramedia Book Store. really cheap, just IDR 50,000, i choose a yellow one, diatonic type, made in Germany (Hohner). but i forgot to buy music book.
here we are, at my room with my harmonica ready to be blown.
ok dina! as we thought before (i speak to myself): just blow it, that's all!
.
..
...
....
#but after an hour.....
i think, i made wrong choice. harmonica is not as easy as i thought. it is hard to blow it... arrrrghhhh....!!!
anyway, i'm still trying to make it up. yosh!! ganbatte!!
and anyway, if i can play one easy song, i'll play it at office. puhahahahaha~
Tampilkan postingan dengan label hobbies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobbies. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Januari 2012
Sabtu, 26 Maret 2011
Tutorial Pin Boneka Flanel
Sudah
lama saya nggak nulis blog. Kali ini, saya pengen sharing cara bikin
boneka flanel kecil untuk dijadiin pin/bros. Mudah kok. Asal telaten
sih. At first, kamu harus cari tahu dulu how to make tusuk feston.
Anyway, dalam tutorial ini nanti, saya anggap kalian uda ngerti ya
cara membuat tusuk feston. Coba search aja pakai google ya, kalau
digambarin pake kata-kata, susah ngejelasinnya. Dan saya juga lupa gak
motret (diri saya sendiri) waktu menjahit. So, here we goes,
“Tutorial Membuat Boneka Flanel Ala Master Dina”
Step 1
Yup!! Langsung saja, step pertama adalah mempersiapkan alat dan bahan sesuai yang saya catet di bawah ini:
1. Kain
flanel 2 macam warna, warna pertama untuk kulit (bisa putih atau cream)
dan warna kedua adalah baju yang dipakai boneka (apa saja, terang lebih
oke)
2. Dakron atau kapas sintetis sebagai isi boneka biar empuk
3. Benang woll (yang biasanya untuk merajut syall) untuk dijadiin rambut
4. Benang jahit biasa warna putih dan hitam (atau senaada dengan warna baju boneka)
5. Jarum
6. Gunting
7. Kertas dan pensil untuk bikin pola boneka
8. Lem UHU
9. Peniti belakang (yang biasanya untuk bros)
10. Then, senyum manis dulu sebelum mulai :)
Step 2
Buatlah
pola boneka yang terpisah antara kepala (2 sisi), baju (2 sisi), tangan
(2), dan kaki (2). Lalu, ambil bagian kepala depan, lakukan tusuk
jelujur untuk membentuk mata dan mulut. Setelah usai, tempelkan bagian
belakang kepala dan tusuk feston di bagian pinggir kepala sampai
tersisa sedikit bagian yang terbuka, masukkan dakron secukupnya. Jahit
lagi hingga seluruh bagian pinggir kepala.
Step 3
Ambil
5-7 helai benang wol dengan panjang disesuaikan dengan panjang rambut
yang diinginkan. Tempelkan di atas kepala boneka, jahit bagian atas
agar benang menempel kepala dan seperti membentuk belahan rambut.
Kemudian jahit juga bagian kiri dan kanan rambut agar melekat di kepala
seperti sedang dikuncir.
Step 4
Siapkan
baju sisi belakang untuk ditempeli dengan tangan dan kaki. Tempelkan
baju bagian belakang dengan bagian depannya dan tusuk feston di pinggir
baju dan jangan lupa isi dengan dakron.
Step 5
Setelah
bagian kepala dan Badan telah selesai, tempelkan kepala dengan badan
menggunakan lem UHU. Biarkan kering, lalu tempelkan peniti di bagian
belakang menggunakan lem UHU juga.
Finally, Boneka flannel sudah selesai dan siap dipakai untuk aksesoris jilbab
dll..
Selamat mencoba ^^
Selasa, 08 Maret 2011
Thanks For John Legend
Beberapa hari ini, playlist saya selalu muter lagunya John Legend. Kenapa harus Om Item Manis ini yang nyanyi? Because his songs mean something to me. **Kok agak mendrama gini yah.. hehehe.** ..Denger lagu John Legend bikin saya ingat pada seorang teman (said, lovely friend? maybe..). **Umm, kayaknya gak pake cerita deh, maluuu :")** ..cekidot ajah ya lagunya, from John Legend with "Everybody Knows" dan selanjutnya "Someday"
John Legend - Everybody Knows
It gets harder everyday, but I can't seem to shake the pain.
I'm trying to find the words to say, please stay.
It's written all over my face.
I can't function the same when you're not here.
Calling your name when no one's there.
And I hope one day you'll see nobody has it easy.
I still can't believe you've found somebody new.
But I wish you the best, I guess.
Cause everybody knows, that nobody really knows.
How to make it work, or how to ease the hurt.
We've heard it all before, that everybody knows just how to make it right.
I wish we gave it one more try.
One more try,
one more try,
one more try,
'Cause everybody knows, nobody really knows.
I don't care what people say, they brought it all in anyway.
Baby don't fill up your head with he-said, she-said.
It seems like you just don't know. (don't know)
The radio's on, you're tuning me out.
I'm trying to speak, you're turning me down.
And I know one day you'll see nobody has it easy.
I still can't believe you've found somebody new.
But I wish you the best, I guess.
Cause everybody knows, that nobody really knows.
How to make it work, or how to ease the hurt.
We've heard it all before, that everybody knows just how to make it right.
I wish we gave it one more try.
One more try,
one more try,
one more try,
'Cause everybody knows, nobody really knows.
Oh I wish you would understand.
Just an ordinaryman.
I wish that we have known
That everybody knows, that nobody really knows.
And I know one day you'll see nobody has it easy.
I still can't believe you've found somebody new.
But I wish you the best, I guess.
Cause everybody knows, that nobody really knows.
How to make it work, or how to ease the hurt.
We've heard it all before, that everybody knows just how to make it right.
I wish we gave it one more try.
One more try,
one more try,
one more try.
'Cause everybody knows that nobody really knows.
John Legend - Someday
As days go by And fade to nights
I still question Why you left
I wonder how It didn't work out
But now you're gone
And memories All I have for now
But no it's not over
We'll get older We'll get over
We'll live To see the day That I hope for
Come back to me
I still believe that We'll get it right again
We'll come back To life again
We won't say Another goodbye again
You'll live Forever with me
Someday, someday .. We'll be together
Someday, someday.. We'll be together
I heard someday Might be today
Mysteries of destinies
They are somehow And are someway
For all we know They come tomorrow
For today
My eyes are open
My arms are raised For your embrace
My hands Are here to mend What is broken
To feel again To walk on the face
I believe there Is more to life
Oh, I love you Much more Than life and still
I believe I can change your mind
Revive What is dying inside
And someday, someday.. We'll be together
Someday, someday.. We'll be together
Someday, someday.. We'll be together
We'll be together.. We'll be together
Someday..
Thanks for John Legend. Lagu-lagu ini entah kenapa bikin saya (agak) tenang. Padahal ini lagu kan kesian banget.. **Loosing someone that little important for us..** Mungkin suara John Legend yang bikin "kesian banget" ini menjadi "sabar yah, suatu saat kita bersama lagi". Begitulah kira-kira.. :)
Buat seorang teman itu saya mau bilang: "we never say goodbye, my friend.. never.. because someday we'll be together.." percaya deh sama Om John Legend.. :D ..finally, I've been already missing you now..
Minggu, 06 Maret 2011
My "Lovely Nice Yellow Octopus"
Octopus yang saya maksudkan disini adalah kamera analog mainan (toycam) yang kadang orang2 dengan latahnya menyebut itu "lomo cam". Octopus ini saya beli dari penjual kamera (yaiyalah,, masa tukang siomay XD), secara online by FB (long live FB!!) 50rb ajah (pake uang hasil kerja parttime :D ), +film redscale +film biasa. Lalu, saya mencoba potret-potret di kampus, kenjeran, suramadu, atap kost. Begitulah saya memulainya..
Octopus milik saya berwana kuning yang berarti octopus ini punya mode Panorama. Octopus lainnya ada warna ungu (hasil gambarnya wide) dan biru (ada blitz-nya, tapi waktu itu lagi habis :( )
Sebenarnya pengen beli lagi sih toycam, tapi lagi gak punya uang. sedang masa senggang (baca:pengangguran). So, bersabar aja deh.. Well, ini dia hasil potretan saya, tapi, karena mesin scannya rada buruk jadi yah,, agak beda sama aslinya sih..
Taman Kenjeran (cewe manis pake baju pink itu akyuuh *ahahah)
Lab Rekayasa Material TF ITS (malem. heran y kok bisa dipake motret pas malem)
Atap Kost (hampir maghrib)
Atap Kost (sore)
Jembatan Suramadu (siang)
Kampus (pagi2 banget)
Last, saya dan kamera sedang bergaya :)
Itu dia hasil potretan saya taun lalu. Dan banyak banget yang gak keluar hasilnya. Ini kamera memang gak peka, harus banyak cahaya baru dapet gambarnya. Jadi, kalo dipakai pas malem gitu gak bisa. Hopefully, I have enough money to buy a new one. :)
Itu dia hasil potretan saya taun lalu. Dan banyak banget yang gak keluar hasilnya. Ini kamera memang gak peka, harus banyak cahaya baru dapet gambarnya. Jadi, kalo dipakai pas malem gitu gak bisa. Hopefully, I have enough money to buy a new one. :)
Rabu, 02 Maret 2011
Puisi Jadul Saya
Saya tertarik dengan sastra. Sastra menurut saya adalah tempat yang bebas untuk berekspresi. Bahkan sastrawan-sastrawan kita, semacam Bapak Sapardi Djoko Damono, mengekspresikan puisinya menjadi musikalisasi puisi. Puisi saat ini bukan sekedar tulisan di kertas (visual), tetapi juga bisa dimusikalisasikan (audio) bahkan dibuatkan tarian, drama, dsb. Sastra itu ekspresi yang bebas. Seperti "Kredo Puisi" milik Sutardji Calzoum Bachri, beliau bilang kalau kata itu adalah pengertian itu sendiri, dia bebas.. (kira2 seperti itu :) ) sehingga dalam puisi karya beliau, seringkali pembaca (atau penikmat puisi) dibikin bingung dengan apa yang hendak beliau sampaikan, apa makna puisi yang beliau tulis. Karena saking bebasnya beliau memasukkan kata-kata dalam puisinya, penikmat puisi bilang itulah daya tarik puisi karya beliau. Berbeda dengan Bapak Sapardi Djoko Damono, beliau sungguh romantis dalam mengatur dan memilih kata-kata. Sungguh rapi dan kadang kala membaca puisinya dibuat terlena akan susunan kata dan penikmat lupa akan makna puisi itu.
Sejak SMA saya suka menulis puisi. Hobi ini awalnya karena kegemaran membaca majalah Horison yang biasanya saya pinjam dari kakak saya. Hobi ini sampai kuliah juga masih lanjut, walaupun frekuensinya mulai menurun sih.. Posting kali ini saya pengen liatin beberapa puisi sendiri yang udah lama banget nulisnya (alias jadul). Ini beberapa yang pernah saya tulis dan tersimpan dalam flasdis saya, untuk yang di buku (bahkan diary) mungkin saya tulis kapan-kapan saja ya.. ^^
kadang,, awan yang menggumpal di sudut hari enggan turun dan menyapa dalam hujan..
kadang,, matahari yang terik di sudut hari yang sama, bersama angin,
menyapamu dalam langkah lelah dan ketidakpastian.
kamu, meski sendiri, dalam jalan itu. tolong, yakinlah!
--- Puisi pertama ini saya buat pada masa Tugas Akhir. Saat itu saya sedang berusaha keras untuk menyelesaikan TA dan merasa tidak mungkin terselesaikan salam 1 semester, dan lahirlah puisi penyemangat itu. hahahaha.. begitulah.. saya suka menyemangati diri sendiri. Saya suka mencari obat dari diri saya sendiri saat mental mulai jatuh atau hati sedang kacau. dan puisi ini sepertinya mempercepat saya menemukan semangat saya lagi dan TApun selesai dalam 1 semester. (alhamdulillah..)
Puisi selanjutnya..
jika suatu hari.. daun di pinggir kolam melayang menuju parit..
ia pasti ingin mengalir.
ia bosan diterpa angin.
lihatlah!
ia menguning karna matahari..
saat ini,
ia terlonjak!
tak pernah ia bermain air..
ia bertanya, di dunia manakah aku selama ini?
-- Puisi kedua ini saya lupa kapan menulisnya dan mengapa.. (ngahahahah..)
ruang kosong.
bercat putih,
beratap rendah,
dan berubin tanah.
JANGAN KAU RATAPI!!!
itu adalah kamu yang selama ini berdiam diri!!
coba kau lempar suara keluar!! coba kau cari pintu keluarnya!!
kau gila!! kau tak sanggup hidup dalam dunia yang kau inginkan sendiri!!
kenapa kau berdiam diri saja??!! RASAKAN!!
--sama seperti puisi kedua, untuk yang ketiga ini saya juga lupa.. -___-"
seekor elang menukik tajam ke arahku. seakan aku mangsa untuknya.
aku pun menerkamnya! dia habis di mulutku!
tak tahukah ia.. aku hidup bukan untuk kalah!
aku hidup karena kau menantangku untuk melakukannya!
--Puisi Ke empat ini saya tulis karena marahnya saya pada sesuatu (tak perlu disebutkan siapa dan kenapa). >:)
Nah, kira-kira begitulah gaya saya dalam berpuisi. Begitulah cara menulis dan apa yang ingin saya sampaikan dalam puisi. Cenderung mengambil topik biasa-biasa saja, yaitu puisi-puisi penyemangat diri saja. Karena memang saya berpuisi untuk itu. Puisi adalah ekspresi semangat hidup saya. Adalah cara saya memberi motivasi dalam apa yang saya kerjakan. Adalah langkah yang setiap hari saya hentakkan. puisi adalah seperti catatan harian saya. :)
oh ya, saya jarang memberi judul pada setiap puisi yang saya buat. Entahlah.. jika diberi judul, rasanya kata-kata yang sudah saya tulis menjadi terikat dan tak lagi bebas. Padahal puisi adalah ekspresi saya yang bebas memberi kebaikan-kebaikan dalam hidup saya (ceilaah.. :p )
sekian. have a good day ^^
Rabu, 23 Februari 2011
Flanel addicted
Flanel adalah kain semi beludru yang agak tebel daripada jenis kain kebanyakan (jangan bayangin kayak kain jeans ya.. jauh). Ne kain udah banyak banget penggemarnya. Biasanya dipake buat aksesoris atau pemanis baju. Di internet udah banyak banget kok yang pernah bikin. Search lewat google pake kata kunci “flanel” atau “felt”. Bahkan berhamburan desain-desain aksesoris lucu,imut,manis macam saya :p. Oke deh biar lebih jelas, nanti saya liatin aksesoris flanel buatan saya (n partner). Tapi nanti loh, so ikutin cerita saya dulu >:)
Sebenarnya saya posting tentang flanel ini akibat teman saya ngajak ke Tunjungan Plasa, lewat Gramedia dan saya gak tahan liat buku-buku begitu banyak (just like living in paradise -lebay.com). So, hal pertama yang terlintas adalah: novel, sastra, buku flanel. Saya pilih yang terakhir. Dan berakhirlah di rak penuh buku kerajinan flanel. Bahagialah saya... khukhukhuu.. sehingga malam ini ingin menulis tentang kegemaran saya bermain flanel. J
Saya belajar menjahit flanel pada waktu masih SMA. Kakak saya yang mengenalkannya. Liburan panjang semester membuat kakak saya males liat adeknya nganggur, tidur-tiduran, nonton tipi. Kakak yang kreatif ini kemudian membina pola pikir adeknya yang pemalas agar menjadi anak yang kreatif dan berdaya saing tinggi (berbasis kompetensi. Wkwkwkwk). Kakak saya mengajari cara menjahit flanel, bikin boneka kecil buat jadi gantungan kunci. Sepertinya sih bisnis temennya yang emang lagi nyari tenaga buat bikin banyak aksesoris. Tenaga saya-pun dihargai Rp500,- untuk tiap boneka mungil yang jadi. Dan tangan saya mulai terlatih..
Setelah itu, tenaga saya sudah tidak dipakai, entah kenapa. Dan saya pun sudah melupakan masa-masa indah bersama kain flanel. Sampai ketika kuliah di semester 5, seorang teman di kampus meminjamkan buku tentang flanel, saya teringat lagi masa-masa indah kain flanel, dan menjadikan skill ini (skill?? Sudah bisa dibilang skill kah?? Wkwkwk) modal untuk membuat proposal Bisnis Plan. Yah sodara2! Ternyata saya cukup (terlalu) pede untuk ikut lomba bisnis plan. Biarpun saya kalah, but it’s ok. Then, kenangan bersama kain flanel terlupakan kembali...
Tiba-tiba di semester 8, di mana saat itu adalah masa yang luar biasa senggang (cuman ngerjain TA doang, kagak ada kuliah), saya bersama teman kos saya (ririn, as my partner then) punya ide untuk bikin bisnis kecil mengisi masa senggang ini. Muncullah ide membuat aksesoris dan tas lucu. Dan muncul lagi ide bikin aksesoris dari flanel. Motto hidup kala itu menjadi: Kalo ada flanel, kenapa tidaaak..?
Berbekal internet gratis (kala senggang itu juga kami isi dengan kerja part time jadi operator warnet), kami mencari desain-desain lucu. Ternyata sudah banyak yang memulai bisnis aksesoris flanel di internet. Gak masalah sih, cz target konsumen kami kampus ITS dan belum ada yang memulai di sini. So, kami memulai dengan........... BISMILLAH.. and the story goes,,
Bermodalkan niat dan sebuah motto Bersama kita bisa!, ririn selaku kepala produksi (cz dia jago ngegambar) dan saya selaku kepala marketing (cz hobi jualan) dalam kira-kira 3 hari sudah membuat 11 kalung flanel dan 5 pin yang kami muat dalam sebuah katalog dan sebuah strategi marketing mouth-to-mouth dan fb-to-fb, kami berhasil mendapatkan lumayan (banyak) perhatian. Ini dia gambar katalog kita,
Selama kurang lebih 4 bulan kita masih terima pesanan, bahkan produk lebih bervariasi (kalung, gelang, pin, gantungan hape –liat gambar bawah). Tetapi karena deadline Tugas Akhir yang untuk kami adalah prioritas utama sebagai mahasiswa (ehem..), kami harus menghentikan bisnis kecil ini. Padahal, target konsumen sudah sampai pada anak-anak SMP di kota asal kami. Tapi, yang namanya prioritas ya harus diutamakan.. :)
kalung keroppi (pesanan)
Pin komunitas touring - Gaspol (pesanan 40 biji -wew)
Gelang flanel
Nah, hari ini, buku flanel di gramedia bikin aku kangen masa-masa maen flanel. Begadang buat bikin pesanan.. bawa handmade kita ke kampus.. liat komentar teman2 dari hasil buatan kita.. senengnya motret handmade n bangga pas upload fb banyak yang suka.. ternyata, selama ini bukan keuntungan dari jualan itu yang bikin senang, tapi betapa menyenangkan bisa membuat orang lain senang.. inilah sebab musabab dari Flanel Addict yang saya derita..!!
Finally y’ll,, keep on doin what you love and what is true.. *kyk lagu michael buble :p
Ujung-ujungnya, cuman kebahagiaan kok yang kamu cari.
Dan ujung-ujungnya, dari orang-orang di sekitar kamu-lah asalnya..
Selasa, 22 Februari 2011
Boleh kok nonton bareng, BUT STOP ASKING!!
Saya hobi banget nonton pilm. mulai produk lokal, bule, india bombay, asia, sampe yang cuman sekedar sinetron. Menurut saya, nonton pilm itu gak sekedar tahu alurnya, ngerti maksudnya, mulai awal-klimaks-akhir.. NO!! gak sekedar itu.. dari pilm saya belajar budaya, bahasa, semakin tahu what's happen out there, kadang bisa ikut mikir juga sama masalah2 yg lagi happening atau sekedar isu yang belum tentu terjadi, bahkan dari pilm saya bisa dapet ide untuk "ngapain selanjutnya".. so, saya nonton pilm pun gak sekedar drama aja, tapi juga komedi, action, inspiring movie, horor, animation, dll..
Kalo masalah tempat nonton, biasanya ya ke Bioskop. Tapi lebih seringnya di kos pake laptop, rame-rame sama temen.
That's who I am. But...
Anda tahu bukan, nonton pilm yang asik itu rame-rame. yang setelah kita nonton, kita suka diskusiin lagi maksud pilm tadi. that was exciting to do.. -back to my "but"- But, ada teman yang kalo diajak nonton bareng bikin risih.. bikin males nonton kalo ada dia, bikin sebel.. Mau tahu semacam apakah teman saya yang nyebelin itu (dan mungkin anda pernah mengalaminya, just for sharing..)
>> Pas nonton, dia nanyaaaaaaakkk mulu. entah dia baru datang atau udah dari tadi di sebelah kita, no excuse! yang namanya nonton bareng itu gak boleh nanyak2 mulu. DIEM!! bikin yang laen jadi gak konsen. sebel kan! trus pilm yang kita puter tadi diulang2 biar tahu bagian yang ketinggalan. males gilaaaak!
>> Then, pas kita nonton, dia ngajak ngobrol. Helloooowww,, plis deh.. nonton pakek mata! bukan mulut!
>> Atau, dia udah pernah nonton, then, without permission, dia nyelonong nyeritain pilmnya. tanpa diminta! haduuuhhh, buat apa nonton cobak kalo kita uda tahu cerita selanjutnya.. I need not your story, even you r good storytelling. please, get out!!
>> Temen yang laen nanya ke yang sok-tahu-cerita-pilm tadi dengan "ceritain dong lanjutannya gimana tadi?...penasaran ne.." HELL!! -___-" .please, both of you get out!!
Nah, 4 macam teman yang seperti itu not recommended diajak nonton bareng. yang recommended tu yang dengan sukarela beliin cemilan, gak banyak cincong pas liat pelm, nyambung bgt n habis nonton enak diajak diskusi. Itu dia attitude yang baik pas nonton bareng.. would you be?
Thanks for reading my post, thanks lagi kalo mau komentar. :)
Langganan:
Postingan (Atom)


















