Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Ice Skating at Taman Anggrek

Beberapa minggu yang lalu saya diajak teman kuliah nyobain ice skating di Taman Anggrek Mall. sounds fun, saya mengiyakan. Dia bilang, menggalau sambil skating tuh asik. okelah, nurut, cz dy uda beberapa kali ke sana.

Kita berangkat pagi, nyampe sana jam 10 kurang, outlet2 masi pada tutup. Sengaja memang, untuk menghindari keramaian di arena skating. Isi perut dulu di KFC, lalu ke kasir sky ring deh. Minimal main 2 jam, kena charge 48 ribu rupiah, dan tiap nambah jam kena 8rb/jam. Abis beli tiket, pilih sepatu, dipakelah itu sepatu kayak sepatu boot masa Kerja Praktek di PLTU dulu. Bedanya kalo yang ini ada semacam pisau di bawah sepatu *entah apa sebutannya* dan inline macam rollerblade.

Masuk ke arena sky ring deg-degan bangetttt... dengan bismillahirrohmanirohim dan niat yang sungguh, masuklah saya berpegangan ke pipa besi di pinggir arena yang emang disediakan untuk pemula. sambil pegangan, diajarin berdiri ama prita, temen saya. awful! dua jam saya latihan, sama sekali belum bisa meluncur secara mandiri, masih dipegangin. kata temen saya, keseimbangan saya buruk dan saya juga pasrah.

Liat anak2 kecil yang udah pada jago, pengen balik lagi nih. kapan-kapan lah... then, belanjalah saya. uhuy!!

Selasa, 26 Juli 2011

Wisata museum di Kota Tua

Hari ini, saya kembali libur kerja di saat weekday. di saat orang-orang pergi kerja, saya justru jalan-jalan. yap, jalan-jalan berkenalan dengan kota jakarta. baru 3 bulan, saya masih pantas disebut pendatang kan?
this nite, with some sossis n chocolate pudding, saya bercerita tentang wisata 5 museum hari ini bersama seorang teman ex-SMA saya dulu, Rose. She knows most of this city cz dy uda 4 taon lebih tinggal di sini untuk kuliah dan kerja. dan karena dy freelancer, saya dapat dengan mudah merayunya untuk jalan2 bareng saya. muhahahahahahaa.

seperti jalan-jalan sebelumnya, kali ini saya menuju lokasi juga menggunakan transportasi umum, bus transjakarta. berangkat pukul 9 pagi, dan tanpa sempat sarapan, saya buru-buru berangkat bahkan hampir berlari karena teman saya sudah hampir sampai di tempat kami janjian, halte dukuh atas. berbekal sari roti dan frisian flag kotak paling kecil untuk sarapan, saya menuju halte karet kuningan dan berangkat menuju dukuh atas. dari dukuh atas, kami melanjutkan naek bus transjakarta menuju stasiun kota. sebenernya, kami berdua tidak tahu letak kota tua, dan tak ada planning untuk mengunjungi museum yang ternyata di kota tua berjumlah 5!

kunjungan pertama kami adalah museum Bank Mandiri yang bangunannya jelas2 keliatan pas naek transjakarta tadi. Museum ini bercerita tentang perjalanan Bank Mandiri beserta sistem dan teknologi yang mereka pakai. museum tersebut memang sesungguhnya adalah bangunan Bank Mandiri pertama di Indonesia. cat bangunan ini saja sudah putih kusam. dari luar memang masih berdiri kokoh dan berarsitektur kolonial Belanda. penjaga museum ini mas-mas yang masih muda. kami disuruh mengisi buku tamu dan menitipkan tas, lalu kalo masih pelajar tidak membayar, kecuali bekerja. eh, masnya kira saya ini mahasiswa! muka saya memang imut, aih.. :p

masuk ke dalam museumnya, serasa dibawa ke masa penjajahan. patung-patung replika manusia jaman doeloe adalah elit2 kompeni dalam perbankan. museum benar-benar disetting seperti bank jaman dulu. ada meja teller, ruang kepala bank, bahkan barang-barang inventaris mereka diperlihatkan. mesin materai, perferator (alat pembuat lubang kertas), buku besar yang memang benar2 buesar, mesin tik, alat hitung uang koin, timbangan, dsb yang benar-benar kuno dan antik. we can touch these all! weewww... kok boleh ya? dan kita juga boleh potret2. ohya, ada tempat motret bergambar noni n sir belanda yang mukanya berlubang buat naro muka kita. bangunan ini juga sering dipake buat foto pre-wed atau fotografer2 lainnya.

masi di lantai 1, dalam ruangan berbeda, terdapat banyak mesin tik dan monitor-keyboard jaman doeloe yang entah kenapa dipajang dengan cara tidak lazim dan seperti berjualan tas di dept store. cekibrot this pic below.


next room, ada ruangan berisi komputer2 jaman dulu yang monitornya kecil dan CPUnya masyaAllah gedenya. bahkan printer dan server juga ada dan gede juga. hmm, itu jaman taun 1900an ya.. dan 100 taun kemudian datanglah laptop yang portabel dan size jauh lebih kecil dari jaman 1900an. well, 100 taun lagi what kind of gadget will we have?

keluar dari ruangan-bersambung di lantai 1, ada lorong panjang dengan pintu-pintu ala koboi (masuk ke ruangan tadi) dan jendela-jendela besar ala bangunan kolonial. bagus buat poto2. dan kalo menengok ke bawah, ada taman kecil dan playground yang asri yang berarti tempatnya di lantai ground. So, mari menuju lantai ground. melalui tangga, kami ke lantai ground, ke taman untuk menikmati playground yang ternyata uda dikuasai anak2 SD. #AH! minggir kalian! preman mau maen! unyunyunyuu.. XD

tempat terakhir museum mandiri adalah pameran lukisan di lantai 2. dari ground ke lantai 2 menggunakan lift kayu! waow, seperti lift di eropa! lukisan yang paling kami sukai, lukisan 3D, yang kalau diliat sambil berjalan, akan ikut bergerak. kereeeen.... cekidot!


cukup sekian untuk Bank Mandiri, lanjut ke Museum Bank Indonesia. Letaknya bersebelahan dengan museum bank mandiri, tapi kalo dari bangunannya, museum Bank Indonesia lebih terawat dengan catnya yang putih mulusss. mari masyuuuk...
hmm, museum ini jauh lebih bagus dan modern, dan bangunannya tidak gelap-angker-kurang terawat seperti museum sebelumnya. setelah masuk, disambut dingin AC dan bapak security dengan metal detectornya, lalu berjalan ke dalam, ada 2 monitor flat video tante2 memberi arahan mengenai peraturan dalam museum dalam dua bahasa (Ind-Eng). melintasi pintu putar (tapi g boleh diputar) kami menuju ke loket tiket (waow! loketnya bagus, di awal uda eyecacthing!). Di loket, kami mendapat tiket dan surprising me, disodorin kertas berisi soal sebanyak 5 point tentang museum BI. jadi, selama menikmati museum di dalam, kami disuruh mengerjakan soal2 tadi yang jawabannya ada di sepanjang museum. well, lets do it best!

setelah menitipkan tas, kami melaju ke dalam. di sepanjang jalan akan masuk ke ruang sejarah Bank Indonesia, banyak monitor touchscreen. wew! benar2 modern. apa saya yang norak yaak?! Sejarah BI dijadikan dalam beberapa periode dan semuanya dikemas dalam tulisan di kaca dinding, dinding yang dibikin menarik dengan warna2 dan gambar2 yang menunjukkan perjuangan Indonesia, video dan audio dalam layar plasma sepanjang lorong, visualisasi dalam bentuk replika/maket kecil, dan foto-foto tokoh2 penting dalam pigura cantik. pokoknya lebih keren. museum ini dibuat agar kita ga bosen di dalam, dan tertarik untuk membaca, ga  sekedar foto-foto aja. tapi karena banyak layar plasma dan proyektor sepanjang lorong, beberapa spot dilarang foto-foto. eh, tapi saya sempat foto telepon yang tiba-tiba gerak sendiri tidak bersamaan. hehe, lucu..

sambil membaca, taking picture, kami juga mengerjakan soal kok. keluar dari ruangan sejarah BI, kami menyusuri lorong terbuka sambil melihat-lihat arsitektur bangunan ini yang Belanda banget. lalu, masuk lagi ke ruangan Numismatik Collection yang berisi sejarah mata uang di Indonesia. Numismatik adalah ilmu mengenai sejarah mata uang. Di sini, diperlihatkan bentuk uang dari jaman Kerajaan nusantara sampai Indonesia merdeka yang dikemas dalam box kaca eyecatching lengkap dengan lup pembesar di atasnya yang digeser-geser dan tidak bisa dilepas. melalui lup tersebut kita bisa melihat detail gambar pada uang. fyi, uang jaman kerajaan majapahit kecil banget, diameternya g sampe 1 cm, dan dari emas. gilak! kalo ilang, nangis darah tuh!

Kemudian, ada banyak contoh uang dari berbagai negara di dunia yang disimpan dalam lemari-seperti-pintu yang kalo ditarik akan muncul display kaca dengan macam-macam uang di dalamnya. kemudian dilanjutkan dengan display tulisan di dinding tentang peran BI dalam mengatur peredaran mata uang di Indonesia lengkap dengan pasal-pasalnya. oya, ada tempat duduk seperti koin cina di dalam ruangan itu. selesai itu semua, di pintu keluar ada photobox yang sayangnya sedang rusak dan kios souvenir.

dari museum kedua ini, kami rehat sejenak, untuk sholat dhuhur di masjid dekat museum. dengan bertanya pada security, kami dengan mudah mendapati masjid untuk sholat. keluar dari masjid, kembali berjalan keluar dari gerbang museum BI, belok ke kiri, dari jauh sudah terlihat kawasan Kota Tua. kota tua memang benar-benar bersetting jaman kolonial alias tua banget. banyak pedagang kaki lima, seperti jualan cireng, es lilin, gorengan, tukang poto (bergaya retro gt hasil potonya), sewa sepeda lengkap dengan topi noni belanda-topi caping-topi safari, jualan mainan, dll. banyak bule berkeliaran, dan mereka lebih suka potret-potret orang lokal (saya sadar kamera dan selalu berpose klo mereka ambil gambar. haha). kami melanjutkan kunjungan ke museum wayang. berbeda dengan sebelumnya, di loket kali ini saya harus bayar 2000 rupiah. museumnya kecil dan gak semodern dan sebesar sebelumnya. museum mendisplay wayang nusantara dan luar negeri di dalam display kaca.

selanjutnya, berjalan ke seberang, ada museum Fatahillah. museum ini lebih seperti rumah jaman dulu. ada meja-kursi tamu, tempat tidur, alat2 memasak, keramik2 koleksi, dan beberapa prasastri yang ditemukan di Jakarta dipajang di sini. sebut saja prasasti tugu, kebon jeruk, ciareteun (bner g y tulisannya..). ada penjara bawah tanah juga. penjara ini tergenang air sampe sebadan. hiiiy...


keluar dari museum fatahillah, lanjut ke museum seni rupa dan keramik. bangunannya lebih gede dengan pilar-pilar yang besar. di dalamnya, sesuai dengan nama museum, banyak keramik dari berbagai daerah nusantara dan hasil seni rupa seniman-seniman Indonesia. ada juga barang-barang klenik kecil dan patung arca kecil. saya terpikat dengan pahatan/ukiran di batang pohon dan beberapa lukisan. sampai di pintu keluar, ketemu sama patung raden saleh, pelukis tersohor di Indonesia dan patung-entah-saya-lupa-siapa yang saya ajak poto bersama.

usai sudah perjalanan di Kota Tua hari ini. 5 museum telah kami kunjungi dan hari mulai sore, maka perjalanan selanjutnya adalah makan bakso di Pak Dhe dan pulang ke kost. ah, nice holiday... next week uda puasa dan libur saya cuman sehari dalam seminggu karena ditabung untuk libur lebaran. so, maybe 1 month later tak ada kisah travelling teman-teman...

see u soon... :)

Kamis, 21 Juli 2011

Ragunan: Finding another friends on earth

Yah, today, 21 July 2011, on thursday, saya sedang libur kerja. as we know, saya kerja dalam sistem shift, dimana libur ngga paten di weekend day. hmm, biasanya, saya menghabiskan waktu libur 2 hari saya di kos dengan kegiatan bersih2-baca novel-internetan, atau nginep di kos teman atau juga ke mall belanja bareng teman (kalo liburnya weekend). baru 2 bulan kerja, belom terbiasa dengan kehidupan baru di sini membuat saya selalu bingung mau ngapain pas liburan. so, hari ini saya membuat libur yang berbeda! lain dari biasanya! lebih fantastis! dan bombastis! #eaaa,biasa aja kali...

dan libur satu hari ini (karena libur 1 hari lagi kepisah) saya lalui dengan PERGI KE RAGUNAN SENDIRIAN. at night before, saya tidur lebih awal karena pulang kantor udah suntuk banget (bukan karena teman kantor melainkan sariawan gede2 di mulut yang bikin bete seharian). jam 9 kurang udah tidur dan bangun esoknya jam setengah 4 pagi. tumben2an gitu ya, orang macam saya bisa bangun sepagi itu. sholat subuh, internetan, nyuci baju, lalu tidur lagi sebentar (hehe). pas udah bangun lalu kepikiran mau ngapain seharian ini. secara, dulu waktu masih anak kampus, adaaaaaa aja kegiatan. kegiatan club, lab, akademik, maen sama teman2 kos, dsb. tapi sekarang, i have no other activity but working! hell!

Entah kenapa saya kepikiran mau ke Ragunan. SMS teman tanya lokasi, dan berangkatlah saya, sendirian. well, at weekday it's impossible to ask a friend for a help. berbekal beberapa snack, air minum 1 botol, novel, dan netbook (cz sapa tau ada wifi area buat nulis blog -suasana adem bikin nulis lebih lancar) dalam 1 tas ransel, saya pergi naek bus transjakarta arah ragunan (pemberhentian terakhir). dari tempat saya ke Ragunan hanya satu kali busway, tapi lamaaaa banget, ngga nyampe-nyampe. karena saking lamanya, saya sampe mengantuk. dan gebleknya, saya selalu latah sama kerumunan atau arus manusia. pada saat nyampe suatu halte, dan banyak orang turun, saya kira ini pemberhentian terakhir, lalu ikutlah turun sampai saya keluar shelter halte. saya udah tersenyum lebar dan yakin banget udah nyampe karena terpampang di kanan jalan poster Gorilla gede. dengan pedenya, saya bertanya ibu2 di jalan letak pintu masuk Ragunan, dan si ibu dengan mesem bilang "masih jauh mbak. naek busway aja". dan tersadarlah saya bahwa saya turun di halte yang salah. back to halte, ternyata ada anak2 kuliahan bertiga juga salah turun. bus yang saya naiki kemudian adalah bus terakhir arah ragunan. fiuuuh, hampir saja..

sampai di Ragunan, pintu gerbangnya gede, dan biarpun masi weekday, banyak juga keluarga, anak2 sekolah, bahkan orang2 kantoran yang jalan2 ke sana.waktu mau pergi ke loket tiket, ada mas2 bergerombol 6-8 orang manggil saya dan menawari tiket karena mereka kelebihan. antara kaget, takut diapa2in, dan senang, akhirnya saya bilang "eh,makasih loh" #eaaa...
dan memang beneran mereka baik dan tidak mau diganti uangnya (wong harga tiket cuman 5ribu aja :p). hepi banget.. :D

Ragunan sejuk banget. Jauh berbeda sama sumpeknya jalanan Jakarta. banyak pohon2 tinggi yang saya sendiri kurang familiar karena bukan pohon yang biasa ditanam di pemukiman atau berada di jalan-jalan. tempatnya juga luas banget, Kebun Binatang Surabaya kalah. gak cukup sehari buat muter2. fasilitas lumayan lengkap untuk tempat wisata, walaupun kurang terawat. ada mushola yang tempat wudhunya terpisah antara co dan ce, warung makan, kios minuman dan snack, kios souvenir dan toilet. fasilitas yang komersil ada juga, seperti kereta gantung, tukang poto keliling, bombomcar dan kereta kelinci. bahkan arena anak juga ada. tapi sayangnya, saya nggak nemu peta lokasi, hanya penunjuk arah.

di setiap lahan kosong tanpa kandang binatang atau agak jauh di depan kandang binatang, terhampar rumput, bahkan taman, yang disediakan juga bangku duduk. saat saya capek muter-muter, akhirnya saya duduk di bangku depan kandang komodo, dan mulai membaca buku (lagi namatin "Naked Traveler") sambil makan snack. lalu pindah lokasi, depan kandang singa terbuka yang dibatasi sungai kecil dan pagar. agak serem sih, tapi viewnya bagus dan nyaman. saya mengurungkan niat untuk menulis karena ngga berani buka laptop di sini. disamping agak sepi, juga karena kadang ada pengamen dan peminta-minta yang bikin saya curiga dan parno sendiri (cz mreka maksa dan saya lg g bawa receh -kan uda bawa bekal, jadi g bawa uang receh buat beli snack,dll).

Binatang di Ragunan lumayan lengkap, mulai dari unggas, reptil, mamalia, primata, dan hewan2 gede semacam gajah atau jerapah. yang g saya temuin itu ikan, tapi ini mungkin karena belum semua tempat saya lewati. secara, berangkat aja jam dua belas siang, di sana cuman 4 jam, dimana 1 jam saya pakai baca buku. untuk primata, ada tempat tersendiri yang lebih gede, dan kalo masuk bayar lagi. Di sana banyak "Big Brothers" seperti siamang, gorilla, orang utan, dll. sayangnya, saya tidak sempat ke sana karena pas nemu tempatnya uda kesorean, loket dah tutup. next time kalo kesana lagi g bakal aq lewatin, cz ini wahana khas dari Ragunan. hehe..

Oh ya, di dekat pintu masuk ada patung gorilla gede yang jadi maskot Ragunan. Wajib poto tuh.. tapi, lagi-lagi saya melewatkan poto session sama gorilla, karena ga punya kamera. haha, how poor i am. ah, gajian ntr beli camdig deh.. :D

Ah, that's enough i think. semua yang ada di Ragunan uda saya ceritain. Last, i wanna say, tamasya rame2 itu asik, tapi kalo sendirian itu menyenangkan. :)

mari tamasya di lain kesempatan. dadah baibaiii~!!

Jumat, 13 Mei 2011

easy[cheap] way of going to jakarta

well, hari ini ada hari terakhir saya jalan-jalan bebas di Lamongan, sebelum nanti sore saya harus bergegas ke Jakarta untuk memulai hidup baru. yah,, bekerja!! adalah perjalanan saya selanjutnya di Jakarta. Dalam satu setengah bulan di rumah saya belajar banyak tentang kasih sayang dalam keluarga, begitu besar peran mereka dalam hidup saya, membuat saya tidak ingin pergi, ingin tetap tinggal. sedih, sekaligus bahagia karena akan bekerja, hidup mandiri.

sekarang, saya sedang mengetik blog posting ini, berada di cafe kecil di kota kelahiran saya, Lamongan. they named this cafe LaPush Cafe. entahlah apa maksudnya.. but, free wifi yang saya cari demi untuk mendownload Antivirus untuk laptop  kakak saya ini, di hari sabtu nan cerah, saat sulit mendapatinya. mulai dari perpustakaan Lamongan yang ternyata tutup di tengah hari, beberapa cafe yang juga turut meliburkan diri di hari sabtu. bussseeet,, cafeeekkk muter2 jaaang.. finally, cafe ini menyelamatkan saya dengan segelas juice apel dan roti bakar (padahal masi kenyang. ini demi antivirus! idup!). cukup lumayan juga posisi yang saya ambil. meja yang menghadap jalan, membuat saya tidak sulit menulis. saya suka keramaian. :)

lalu, apa ya yang ingin saya ceritakan di sini?? hehehehe.. sebenernya awalnya mau cerita tentang travelling. saya sudah lama ingin menulis tentang pengalaman travelling saya yang disengaja maupun tidak (lhoh!). ya sudahlah, karena di awal tulisan ini saya bicara tentang rencana perjalanan ke Jakarta sore nanti, so, saya akan bercerita tentang beberapa travelling saya ke Jakarta tahun2 lalu.

dalam dua tahun terakhir ini saya agak sering ke Jakarta. tapi bukan bertujuan untuk jalan-jalan sih sebenernya.. well, 2 kali turnamen Kendo (someday, i'll tell u my story about Kendo), study excursie bareng temen2 kampus, dan 2 kali ikut tes masuk cpns. dalam lima kali kesempatan mengunjungi Jakarta, saya melakukan perjalanan dengan kereta api ekonomi/bisnis (how poor i am :D) kecuali saat study excursie naik bus sewaan. dan dalam 5 kali itu saya selalu ada teman, namun nanti sore saya harus berani berangkat sendirian.

perjalanan surabaya-jakarta menghabiskan waktu kira-kira 12 jam jika on time untuk kereta api bisnis. kalau untuk kereta api ekonomi bisa sampai 14 jam untuk jalur utara (dari pasar turi - kertajaya) dan jalur selatan lebih lama lagi (dari gubeng - gaya baru). leher kaku2, kaki kesemutan, kepala puyeng and last, bau badan gak karu2an n pantat sembab terkotak2. hadeeeehhhh....

kalo perjalanan dengan kereta api ekonomi, persiapkan fisik dan mental. jika barang bawaan kamu banyak, pada saat kereta datang, segera bekemas dan masuk karena bagasi atas tempat duduk terbatas, bisa diambil orang. jangan sampai kamu megangin tas kamu mulai berangkat sampai ke tujuan, bisa remuk tuh tangan. buat kamu yang agak risih dengan bau tak sedap, sediakan masker penutup hidung dan mulut. hindari beli makanan2 lewat, usahakan bawa bekal sendiri. karena menjaga kondisi perut tetap terisi dan makanan pengisi perut benar-benar aman/higienis sehingga gak bikin kamu sakit perut. tanyakan pada petugas checker tiket di stasiun manakah kereta akan lama berhenti, sejingga kamu bisa turun untuk BAK atau BAB, karena menghindari pemakaian kamar mandi dalam kereta yang sekali lagi, tidak HIGIENIS! kalau saya dalam perjalanan, saya juga menyediakan tisu basah dan parfume/handbody lotion sebagai pengharum. (lol. but it works!). ohya, akan sering terjadi, penumpang nakal menyerobot tempat duduk. jika hal ini terjadi, jangan panik, mintalah orang tersebut menunjukkan tiketnya dan tiket kamu lalu cek sekali lagi nomor tempat duduk dan gerbong. amankan barang-barang berharga. jangan menaruh tas di meja dekat jendela, karena saya pernah mendapati penumpang yang kecopetan. jangan terlalu membawa banyak uang di tas yang anda bawa, mungkin lebih baik taruh di tas bagasi. kadang, penjual-penjual yang lewat wirawiri juga perlu diwaspadai. jika kamu belum pernah naek ekonomi, mintalah petugas loket memberi tempat duduk dekat jendela pada saat membeli tiket.

well, begitulah suasana kereta ekonomi. padat, ramai dan pengap. harga memang menjamin kualits pelayanan. kereta ekonomi kertajaya seharga +/- 40-an ribu dan gaya baru +/- 30-an ribu. sedangkan untuk kereta api bisnis seharga 165rb (hari aktif) dan 185rb (weekend). perbedaan anatar ekonomi dan bisnis, kalau bisnis ada kipas angin dan penjual makanan hanya boleh masuk pada saat kereta berhenti saja, sedangkan ekonomi kebalikannya.

nah, for you who is interested to go to jakarta,,,, choose your way!! haha.
have a nice trip y'll...